BorSya Ajak Rekan Pengusaha Bantu Ciptakan Wirausahawan Baru

Sejumlah pengusaha muda Minggu (7/6) kemarin silaturrahim di kantor PT BorSya Cipta Comunika (BCC Grup) di jalan Setia Budi, Sumbawa

SUMBAWA- Sejumlah pengusaha muda Minggu (7/6) kemarin bertemu di kantor PT BorSya Cipta Comunika (BCC Grup) di jalan Setia Budi, Sumbawa. Pertemuan ini atas undangan tuan rumah, Boris Syaifullah CEO BorSya Grup.

Hadir dalam kesempatan itu pengusaha seperti Zohran “Orek Seroja”, Sultan Kertapati, Edi Sudarmin Daeng Baso, Dedi Kevin Molajake, Cinruang, Lukman Argo, Rudi Rusdianto. Selain itu hadir juga akademisi Zulfikar Demitry, Muhammad Aries ZA, dan Muhammad Nur Fietroh.

Dalam silaturrahmi tersebut berlangsung diskusi ringan seputar dunia usaha dan peluang bisnis di Sumbawa. Khususnya di masa pandemi Covid-19 saat ini yang membuat lesu perekonomian daerah.

Dalam sambutan kepada tamunya, BorSya mengungkapkan, sebagai pendatang baru di Sumbawa, sebenarnya ingin melakukan launching kantor BCC Grup. Namun karena kondisi pandemi Covid-19 ini, niat itu urung dilaksanakan.

Kepada rekan-rekannya, pengusaha fiber kabel optik telekomunikasi ini mengungkapkan niatan dirinya untuk mengembangkan bisnis di Sumbawa. Boris berharap, keberadaannya di Sumbawa bisa memberikan manfaat. Bukan hanya untuk grup BCC, namun juga untuk orang lain. Untuk itu, dia mengajak teman-teman sesama pengusaha untuk bisa membantu bagi pemuda-pemuda yang ingin berusaha, namun masih menemui berbagai kesulitan.

“Saya sebagai orang Sumbawa, tinggal dan bekerja di Bandung, Jawa Barat. Ada kegelisahan. Kenapa di Bandung saya bisa berkarya, kenapa di Sumbawa saya tidak bisa?” kata Ketua Asosiasi Nasional Pengusaha Telekomunikasi (Apnatel) Jawa Barat ini.

Untuk itu, dengan keberadaannya di Sumbawa, BorSya ingin menciotakan inkubator bisnis. “Kita ingin ada pebisnis-pebisnis baru di Sumbawa. Tinggal bagaimana kita membuka kesempatan bagi pemuda-pemuda Sumbawa untuk berwirausaha,” ujarnya.

Dikatakan, sebenarnya sudah dua tahun terakhir mulai berbisnis di Sumbawa. Hanya saja kantor masih numpang di Telkom Sumbawa. “Setelah merasa bisa bersaing dengan 8 perusahaan nasional yang masuk NTB, baru buka di sini. Dalam hal kabel fiber optik, BorSya ingin bermain untuk wilayah Indonesia Timur,” ujarnya.

Semetara itu, Zohran Orek merasa prihatin dengan mindset para pemuda yang masih tertuju pada profesi PNS. ”Sedikit sekali yang mau berwirausaha. Semuanya hanya ingin menjadi PNS,” kata Orek. Menurutnya, dia juga sempat membimbing beberapa pemuda untuk menjadi wirausaha. “Dan sekarang rata-rata berhasil,” katanya.

Sudarmin Daeng Baso, pengusaha NTB asal Kecamatan Utan mengaku siap berkolaborasi dengan siapa saja. Termasuk dengan Grup BorSya.
Sementara itu pengusaha muda Kevin menyindir masih ada sifat pemuda Sumbawa yang tidak saling mendukung. Bahkan kadang saling menjatuhkan. Bagi para pemuda yang ingin berwirausaha, Kevin siap membantu untuk mencari link. “Saya punya jaringan di sejumlah kota besar, bahkan hingga luar negeri,” ujarnya.

Rudi, anak muda yang baru mulai menapak dalam dunia usaha banyak bertanya kepada senior-seniornya. Akhirnya diskusi berjalan hangat.

Muhammad Aries ZA yang menjadi moderator menyimpulkan bahwa pertemuan ini sebagai langkah awal dari niat baik para pengusaha muda untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan di Kabupaten Sumbawa. “Khususnya dalam menciptakan wirausaha-wirausaha baru di Kabupaten Sumbawa,” pungkasnya.

 

 

Sumber : RadarSumbawa

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *