Era New Normal, Peluang Bisnis dan Investasi Diprediksi Kembali Menggeliat

Ketua Apnatel Jabar Boris Syaifullah (kemeja biru)

BANDUNG,(PFM) - Pemerintah Indonesia telah memutuskan untuk memberlakukan Adaptasi Kebiasaan Baru (ABK) di berbagai sektor. Kini, semua sektor secara bertahap kembali menjalankan kegiatannya dengan menerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah.

Ketua Apnatel Jabar Boris Syaifullah menilai jika adaptasi kebiasaan baru atau masa transisis ini bisa membangkitkan kembali perekonomian di Indonesia, khususnya di Jawa Barat. Diapun memprediksi beberapa peluang bisnis dan investasi akan timbul dibeberapa sektor.

Boris menambahkan, masa new normal di Indonesia akan berlaku pada minggu ketiga di bulan Juli, beberapa tempat seperti mal, pasar, restoran akan dibuka kembali tetapi dengan syarat harus memenuhi peraturan protokol kesehatan.

"Akan muncul beberapa peluang usaha baru pada new normal nanti, diantaranya usaha industri farmasi kesehatan, kebutuhan pasar, pokok, dan makanan, gigitalisasi dan infrastuktur telekomunikasi packaging frozenfood, alat kesehatan, jual beli kuota internet bahkan tidak menutup kemungkinan usaha frenchise, jasa ekpedisi, semakin menjamur pada saat new normal ini," ungkap Boris yang juga CEO dan Presdir BorSya Cipta Communica dibawah naungan (BorSya Grup) dalam siaran presnya.

Boris pun mengungkapkan peluang bisnis ini tidak hanya terpusat di Pulau Jawa saja. Dia menilai peluang bisnis ini bisa sampai ke pelosok Timur Indonesia.

"Beberapa waktu lalu saya pulang ke Kabupaten Sumbawa, saya melihat geliat bisnis di kota tersebut cukup tinggi, tidak menutup kemungkinan pada saat new normal nanti daerah tersebut akan siap menerima perubahan kenaikan perekonomian yang juga signifikan," tutup Boris.

 

 

Sumber : prfmnews.id

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *