Pekerja Migran Indonesia Harus Cerdas Hadapi Situasi PAndemi Covid-19

 

Dewan Pembina Asosiasi Pekerja Purna Migran Indonesia (APPMI) Jawa Barat, Boris Syaifullah

 

GALAMEDIA - Pandemi Covid-19 telah menjadi tragedi bagi semua orang. Tidak hanya pelaku industri, tetapi juga para pekerja migran asal Indonesia yang bekerja di luar negeri.

Dewan Pembina Asosiasi Pekerja Purna Migran Indonesia (APPMI) Jawa Barat, Boris Syaifullah mengatakan, ada jutaan pekerja migran asal Indonesia yang berada di luar negeri. Mereka tersebar di beberapa negara di dunia.

Banyak pekerja migran yang hidupnya kurang sejahtera pada saat pandemi ini.

"Bahkan banyak yang di putus kontraknya akibat perusahaaa dimana tempat mereka berada melakukan efisiensi dalam menghadapi pandemi ini," ujar Boris.

Berdasarkan data Badan Pelindung Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) sebanyak 34.300 pekerja migran akan kembali pulang ke tanah air pada periode Mei-Juni 2020.

Kepulangan pekerja migran ini dikarenakan habis masa kontrak di negara penempatan masing-masing.

Boris yang juga pernah menjadi pekerja migran di Korea Selatan mengungkapkan, menjadi seorang pekerja migran itu bukan hanya mengandalkan tekad saja tetapi harus disertai dengan skill dan kemampuan beradptasi dengan lingkungan dimana mereka bekerja.

"Kepada teman-teman migran yang telah pulang ke tanah air untuk bisa membawa etos kerja yang baik dari luar negeri yang bisa di terapkan di Indonesia.," ujarnya.

"Minimal ada transfer ilmu selama mereka bekerja di negeri orang yang bisa di terapkan di Indonesia," imbuhnya.

"Adanya pandemi ini bisa membuat para purna migran lebih kreatif dan inovatif dalam menjalani kehidupannya," ujar Boris.

HUT KE-2 APPMI

APPMI Jawa Barat pada 25 Juni berusia 2 tahun. Ketua umum APPMI, Biben Fikriana mengungkapkan, saat ini organisasinya fokus untuk mendata dan mendampingi berbagai kasus.

 

 

Sumber : Galamedianews.com

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *